Latest News

Pemeluk Islam di AS dan Israel Meningkat

EXPO2012 | ISLAM --

Nyaris setiap hari Muslim AS mendapat perlakuan diskriminatif. Namun, hikmah dibalik perlakuan itu setiap harinya warga AS bertambah banyak memeluk Islam. Dari beberapa sumber yang dirangkum EXPO 2012, peningkatan terus terjadi sejak lama. Tidak hanya itu, di Israel diperkirakan akan meningkat hingga mendekati seperempat dari total populasinya pada 2030 nanti.

Sementara saat ini di AS menurut Pendiri Pesantren Mualaf Annaba Center, Syamsul Arifin Nababan, saat bercerita tentang pengalamannya ketika berkunjung di AS. " Setiap hari Islam dijelek-jelekan tapi setiap kali saya mengunjungi masjid-masjid di AS, ada pengumuman sejumlah warga AS yang memeluk Islam," paparnya saat berbincang dengan ROL, Ahad (22/7), sebagaimana ditulis di situs REPUBLIKA.CO.ID.

Hal menarik lain yang dialami Nababan, disela kunjungannya ke AS, ia mengetahui sejumlah gereja di AS tidak lagi dipenuhi jamaah. "Kalau saya tidak ada khutbah, saya sempatkan kunjungi geraja-gereja. Anehnya, tidak seluruh gereja di buka, bahkan, ada satu Katedral besar di Washington DC, dibuka hanya untuk turis yang sekedar foto-foto saja," papar dia.

"Dari fenomena itu, kita harus menyadari bahwa kebenaran itu pasti datang," pungkasnya.

Sementara itu, sebelum Media Al Arabiya (2/5/2012) juga pernah melansir, jumlah pemeluk Islam di Amerika Serikat meningkat drastis dalam sedekade terakhir dan untuk pertama kalinya melampui jumlah warga Yahudi di wilayah Midwest serta Selatan AS. Hal itu diketahui melalui hasil sensus agama di AS yang dikeluarkan belum lama ini, .Jumlah pemeluk Islam di AS meningkat menjadi 2,6 juta jiwa di tahun 2010, bertambah lebih dari dua kali lipat sejak 2000. Menurut Dale Jones, peneliti yang terlibat dalam sensus asosiasi statistik untuk badan-badan agama di Amerika (ASARB) itu, peningkatan itu didorong aliran imigran dan jumlah warga yang menjadi mualaf. Dilansir juga bahwa warga AS yang mengunjungi gereja semakin berkurang hingga mencapai 85 persen.

Disisi lain, tercatat, dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di seluruh dunia telah meningkat pesat. Data statistik yang dikeluarkan Pew Research Center, menunjukkan, pada 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam. Dalam studinya yang berjudul 'Memetakan Populasi Muslim Global: Sebuah Laporan Tentang Jumlah dan Distribusi Populasi Muslim Dunia', Pew Research Center ini mengindikasikan bahwa seperlima kaum Muslim (300 juta) tinggal di negara-negara non-Muslim. Populasi Muslim minoritas di sana sering kali cukup besar.

Hasil studi yang dirilis awal Oktober 2009 ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur. Rusia memiliki lebih dari 20 juta Muslim, dan terbesar di Eropa. Menurut studi tersebut, Jerman memiliki pemeluk Muslim sebanyak 4,5 juta, Prancis sebesar 3,5 juta jiwa, Inggris sekitar dua juta orang, dan Italia sebanyak 1,3 juta jiwa. Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa lainnya seperti Portugal, Swedia, Belanda, dan Swiss.

Namun demikian, jumlah ini diperkirakan bertambah lagi. Sebab, sebuah hasil studi di Rusia menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di negara Beruang Merah tersebut mencapai 25 juta jiwa, atau sekitar 18 persen dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa. Studi tersebut mengatakan bahwa hampir 4,6 juta Muslim berada di Benua Amerika. Di negara super power, Amerika Serikat, agama Islam dipeluk oleh sekitar 2,5 juta orang. Bahkan, di lokasi sekitar reruntuhan World Trade Center (WTC) itu akan di bangun sebuah Masjid.

Sementara itu, di Kanada jumlah pemeluk Islam mencapai 700 ribu orang. Tak jauh berbeda dengan Argentina. Umat Islam di negara tersebut mencapai 800 ribu orang, dan merupakan pemeluk Islam terbesar di Amerika Selatan. Sementara itu, di Suriname, pemeluk Islam mencapai 16 persen dari total penduduknya, dan menjadi populasi Muslim terbesar di Benua Amerika.Data yang disampaikan oleh pihak Pew Research Center mengenai populasi Muslim di Barat, terutama di Eropa dan AS itu bertolak belakang dengan perhitungan yang biasanya dilaporkan oleh organisasi-organisasi Muslim di kawasan-kawasan tersebut.

Muslim di AS, misalnya, secara umum diyakini berjumlah lebih dari tujuh juta, sementara Prancis lebih dari enam juta. Peningkatan umat Islam yang demikian pesat itu, karena makin muncul kesadaran bagi warga Eropa dan Amerika untuk mempelajari Islam. Setelah serangan terhadap WTC pada 11 September 2001, ketertarikan secara alamiah, telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.

“Alhamdulillah, kondisi umat Islam di AS terus bertambah banyak, baik sebelum maupun sesudah peristiwa 11 September 2001,” tutur Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat (AS). Menurut pria keturunan Suriah ini, dalam lima tahun terakhir ini, agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di bandingkan dengan agama lainnya. Ia mengatakan, setiap harinya selalu ada warga negara non-Muslim AS yang memeluk Islam.

Kondisi serupa juga terjadi di Benua Eropa dan kawasan Amerika lainnya. Menurut laporan Time, setelah peristiwa 11 September, agama Islam mendapatkan perhatian besar dari kalangan warga kulit putih Inggris yang berekonomi kuat dan berpendidikan. Pangeran Charles, putra mahkota Inggris, mengungkapkan, prinsip-prinsip yang dianut dalam Islam akan mampu menyelamatkan dunia.

“Tidak ada pemisah an antara agama dan lingkungan. Kerusakan manusia dan lingkungan akhir-akhir ini, karena melawan prinsip seperti yang diajarkan Islam,” ujar Charles sebagaimana dikutip Daily Mail, Kamis (10/6).

Di Jerman, kendati masih muncul sentimen negatif dan kecurigaan terhadap Islam, namun jumlah pemeluk Islam justru makin meningkat. Mereka sangat terkesan dengan wajah Islam yang sesungguhnya, yakni damai, santun, dan penuh toleransi.

Riset | Muslim di Israel Bertambah 23,2 Persen
Menurut CIA World Factbook 2011, jumlah rakyat Israel per Juli 2010 sebesar 7,3 juta

Kabar meningkatnya pemeluk Islam di wilayah negara yahudi sebenarnya sudah sering tersiar. Di situs VIVAnews - Jumlah umat muslim di Israel diperkirakan akan meningkat hingga mendekati seperempat dari total populasinya pada 2030. Pertambahan jumlah umat Muslim juga akan melanda Amerika Serikat (AS). Itu adalah hasil penelitian dari lembaga riset Pew Forum on Religion & Public Life, seperti yang dilansir stasiun berita CNN, Kamis, 27 Januari 2011.

Pada laporan yang berjudul “Masa Depan Populasi Muslim Global” itu dikatakan bahwa 20 tahun yang lalu jumlah pemeluk agama Islam di dunia mencapai 1,1 miliar jiwa. Dalam 20 tahun kedepan, angka itu akan meningkat hingga dua kali lipatnya, menjadi seperempat dari jumlah manusia di dunia.Di Israel, menurut Pew, pemeluk Islam pada 2030 akan mencapai 23,2 persen dari populasi keseluruhan. Angka ini meningkat dari 17,7 persen pada tahun 2010 dan 14,1 persen pada tahun 1990.

Angka ini berdasarkan tren pada 20 tahun terakhir, pemeluk Islam di Israel bertambah dua kali lipat, dari 0,6 juta di tahun 1990 menjadi 1,3 juta di tahun 2010.Menurut data CIA World Factbook 2011, jumlah rakyat Israel per Juli 2010 sebesar 7,3 juta.

Pada tahun 2030, jumlah Muslim di Israel, termasuk Yerusalem tapi tidak termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, diperkirakan akan mencapai angka hingga 2,1 juta orang. Pew mengatakan bahwa Palestina memang sejak dulu merupakan daerah dengan tingkat pertumbuhan Muslim terbesar di dunia. Angka pemeluk Islam di Amerika Serikat juga akan meningkat hingga dua kali lipatnya. Pada tahun 2030, pemeluk Islam akan mencapai jumlah hingga 6,2 juta orang.

Sebelumnya, pada tahun 2010, terhitung muslim di AS mencapai 2,6 juta.Pew mencatat peningkatan signifikan jumlah muslim terutama disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan angka kehidupan di negara-negara mayoritas muslim.

Angka umat yang pindah agama dikatakan hanyalah faktor kecil dari berbagai faktor yang ada.Laporan Pew ini dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan selama setahun penuh. Penelitian ini adalah misi ambisius dari Pew untuk mengkalkulasikan jumlah pemeluk agama besar dunia. Pertama Islam, lalu Pew akan membuat penelitian tentang perkembangan agama Kristen pada 20 tahun kedepan.

Artikel: dari berbagai sumber

12 Responses to "Pemeluk Islam di AS dan Israel Meningkat"

  1. Allahu Akbar....3x

    BalasHapus
  2. @ardi soma: pa kabar toloy???

    BalasHapus
  3. ini adalah janji allah yang telah di sampaikan dalam taurat bahwa pada akhir zaman allah akan membentuk umat pilihan baru yang akan membuat malu israel dimana orang2 dengan kesadaran dan atas pencarian sendiri akan menjadi pengikut umat pilihan ini subhanallah ya allah hanya segala piji tercurah kepada allah yg menciptakan alam semesta allah yg telah menciptakan suku2 dan bangsa2 hanya ada satu allah yg pantas disembah yakni allah semesta alam

    BalasHapus
  4. wajar, karena islam agama laki-laki

    BalasHapus
  5. hmm terlalu bias karena tidak memasukkan data berapa imigran muslim disana? perang di iraq afghanistan serta arab spring membuat negara2 yang kacau penduduknya pindah ke negara2 maju . contoh terdekat itu ya manusia kapal ke australia .kalau di israel memang karena birthrate arab israel yang muslim lebih tinggi dari kaum yahudi atau arab kristen atau arab druze ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu ya... terimakasih sudah berkomentar.. Jika memang dianggap belum lengkap atau bias, mungkin Sobat bisa menambahkan..

      Hapus
  6. Alhamdulillah...Islam itu dimana-mana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Raudzah, semoga selain ada dimana-mana, pemeluk agama Islam juga mampu menjadi rahmat bagi seluruh manusia didunia

      Hapus
  7. Kemenangan Islam didepan mata! Ingat janji ALLAH itu PASTI!! (http://pratamasite.blogspot.com/)

    BalasHapus
  8. ISLAM ROHMATAN LIL AALAMIN

    BalasHapus
  9. Janji Alloh kini terbukti nyata

    BalasHapus