Langsung ke konten utama

Postingan

Adi Rosadi | Wanita Luka

senja duduk di pangkuan berjuta kata tanpa jeda duka mengalir luka musim demi musim ditapakinya adalah wanita berparas sepi terbaring bergamis nyeri pada tumpukan sajak mencari tawa berserak negeri diksi digeledahnya satu persatu harap diwukufkan dalam dada imaji tapi tawa tetap meniada 2013

Adi Rosadi | Diri di Tubuh Aksara

kupungut sisa-sisa mimpi dalam aksara sebelum kembali dibawa angin ribut lalu kuselendangkan jingga pada bahu meski merapuh menyambung tawa dalam rima mengalirkan kerlip pada pena hingga kolam jiwa meriak cinta kususun kembali huruf yang berserak di lantai, kasur, lemari, gelas kuambil satu persatu lalu menenunnya dalam sunyi Adi Rosadi 2013

FSPLDI Online

Rubrik Forum Silahturrahmi Penyair dan Penulis Lintas Daerah Indonesia (FSPLDI) adalah wadah beberapa penyair dan penulis yang tersebar dipelosok Nusantara. Disini merupakan ruang untuk mengapresiasikan karya seni dengan beragam corak dan warna. Dan tentunya dapat menambah khasanah bacaan yang tentunya sangat bermanfaat... Rubrik ini, kedepannya akan dikembangkan menjadi media yang akan mewarnai dinamika sastra Indonesia. Sebagaimana dikatakan oleh Mas HadiLempe, salah satu penyair dari Pekalongan, bahwa ia sangat menyambut baik rencana tersebut.  Katanya, untuk itu ia akan mendorong para sahabat dan anggota FSPLDI agar ikut berperan mengembangkan rencana tersebut.  Hal ini, ujarnya, merupakan kabar gembira bagi para penyair lintas daerah. Ia berharap, segenap anggota dan para sahabat FSPLDI dapat mengirimkan karya-karyanya ke media ini. (red)

Hadi Lempe | ALLAHKU

-------------------------------| ALLAHKU |------------------------------- Kepadamu aku berlindung kepadamu aku berkeluh kepadamu aku bermohon kepadamu aku bersyukur kepadamu aku berpasrah kepadamu aku kan kembali Allah... kau adalah penjaga,pencipta segalanya yang tak bisa direkayasa dalam warna warni seperti manusia merekayasa hidupnya menjadi merah abu abu Allah... engkau mencipta, menguji kepada mahluk untuk menjadi hidup dan engkau ciptakan pula hamparan alam yang meluas menjadi jagat bagi kehidupan mahluk yang engkau ciptakan tapi betapa sombongnya manusia yang tercipta bahkan tanpa dosa manusia menuhankan dirinya sendiri oh... semua sepertinya takan mati takan ada kiamat,yang bakal mengadili Allah.. manusia yang engkau ciptakan banyak melupakan diri tak ada rasa takut terhadapmu mereka hanya takut pada kematian dan takut miskin dalam hidupnya Allah.. manu...

Hadi Lempe | DALAM WAKTU

---------------------------- DALAM WAKTU --------------------------- - Bumi ini masih terlihat basah ada kehidupan dimana mana tapi mengapa semua terasa mati dan semua menjadi tak berarti apakah ini tanda...? ketidak mampuan manusia semua menjadi tak pasti aku harus melawan perasaan ini untuk meraih pasti dibumi diatas langit matahari rembulan bintang diam menatap bisu kelahiran bisu kehidupan bisu semua bisu bisu...bisu... bertahun tahun telah ku tapaki tanah bumiku dalam hidup yang terendam menghitung waktu merenda mimpi yang tak pernah usai oh..... kehidupan macam apa ini matahari rembulan bintang tunjukkan aku jalan dengan sinarmu agar aku mampu bertahan hidup dibawah sinarmu dalam waktu yang terus memburu Kaliwareng 12112012

Enthieh Mudakir | PUISI MAHA TAHU ISI HATI

PUISI MAHA TAHU ISI HATI Puisi maha tahu isi hatimu, dengan Akhirnya mati bunuh diri Malaikat El-maut menjemput Saat dirimu mengkonsumsi racun opium Seutas cinta dan air mata Mentilawatilkan toksin negri yang ganas Ratusan tahun lalu menjadi obituari Sekali mati akan mati Menjilat sejumput senyap Dikerjap terang maha dahsyat Akal sehat bagi akal jahat Adalah diri tak berdiam Simbolik alam mencatat Membuat hujan buatan Secangkir garam ditebarkan Sayang tidak secanggih menyeret "kutil" di negri serakah Hingga aku bilang kepada Tuhan Siapkan ruang ber-AC di pemakaman. Akhir Januari 2013 TAK PERNAH SELESAI /1/ Bila kau tembus jalan yang tak kau kenali Apalagi kau belum tahu lika-liku-lekuk arah Hati-hati bila kau menembus (ditelan) gelap Lalu rinduku tak kau sertakan /2/ Anggaplah keselahan dariku kenapa tidak menamanimu Menghantarkan...

PUISI RUANG KONTEMPLASI

Gelap Lampu kota Ada apa Kehidupan diamputasi Rongsokan Disangkar di rumah Negeri tempat pembuangan Sampah kondom, dan roti basi Puisi Ruang kontemplasi Enthieh Mudakir | 2010