Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label FSPLDI

puisi duapuluhduakilometer

Ilustrasi: antarasumbar.com kembali aku tulis puisi pagi ini tentang perjalanan duapuluhduakilometer menyusuri jalan karang anyar gunung dokter wahidin sisingamangaraja sultan agung kaligarang pamularsih melewati bunderan kalibanteng menuju krapyak belok jalan walisongo melewati elpe kedungpane lalu menyibak hutan jati ini adalah perjalanan mengawali hari baru mengantar sulungku ke ladang persemaian benih pertiwi tempat tunas-tunas negeri ditabur agar tumbuh jadi pohon kebaikan dan berbuah kebajikan ini adalah puisi tentang perjalanan duapuluhduakilometer berangkat dan duapuluhduakilometer pulang rutinitas yang mulai kujalani lagi di awal minggu seusai libur panjang didiek soepardi ms 22 juli 2013 pukul 7:53  Photo: doc mas didiek soepardi ms Photo: doc mas didiek soepardi ms

Puisi-Puisi Cinta | Hadi Lempe

  PADAMU KU INGIN Satu bahkan berjuta angan dalam bayang,yang melukiskan kata, juga perih luka. aku masih harus membuka kedua tangan mengeja mana yang terang aku tak ingin tertinggal lebih tersisa dari kesakitan jiwa aku tetap akan berdiri menapak diatas harapan nyata hidup menuju kehidupan abadi disisimu itu inginku AKU DAN KAMU oleh Hadi Lempe (Catatan) pada 16 Maret 2013 pukul 2:00 Mengenalmu bukan akhir dari yang sudah melupakannya.. tidak ada yang terlupa kau merasa aku menyimpannya aku kamu adalah ada meski berbeda tapi itu ada Pekalongan,15/3/013 MENCINTAIMU Baru saja lepas mungkin meninggalkan hasrat yang masih lekat pulang... kembali pada tanya apakah ini rasa dari pencarian yang hilang diharapan..? menunggunya lama dan aku masih terseok dijalan cinta.. mencintaimu dalam waktu mencari kata indah disetiap sudut sepi merenda angan gelisah menepi hadirkan kekasih abadi aku mencintaimu.. AKU HYANYA INGIN MEYAKINKAN HATI oleh Hadi Lempe (Catatan) pada 6 April 20...

Puisi Riboet Gondrong

Dunia Hanyalah Kembara dunia hanyalah kembara suatu ketika akan pulang jua pada tempat asal kita kembali apa yang dicari di dalam kembara hanya bekal pulang dan buah tangan bagi yang menanti kepulangan kita Pekalongan, 11 Maret 2013 Metafora Kematian jika kematian adalah sebuah perjalanan masih perlukah dihadirkan dalam metafora yang membahasakan dengan cara lain tentang kematian yang sulit dipahami apakah ia terupa menjadi keindahan atau hanya seperti angin yang berlalu membelai pada helai-helai rambut putih yang mulai bertabur di ubun-ubun bersama waktu yang lewat di tepi kolam kehidupan Pekalongan, 12/03/2013 Desiderium Bellum pada tubuh yang ditempa api dan dilumur cahaya sukma merasuk mendenyutkan jantung memberi hidup dan kehidupan pada akal yang dihangatkan bara dan dibasuh berkas sinar segala nalar dan pengetahuan dibekalkan memperjalankan kaki dan gerak tangan menyusun waktu pada tiap jendela dan pintu udara menyusup menghimpun segala beradu dalam serambi dan rongga inila...

Puisi Sri Sudarianti

LUKISAN TANPA KUAS TANPA KANVAS Melukis tanpa kanvas tanpa kuas imajiku terbang melayang di Simpang Lima Semarang angin bertiup dari arah sembarang menerbangkan jubahku melepaskan gelung rambutku lalu segalanya tumpah ruah menggenangi area tanpa warna 030313 ORANG-ORANG KALAH Orang-orang kalah berjalan menunduk mendekap lebam didada darah merembesi jantung yang menganga melolong tanpa suara Orang-orang kalah melangkah mengusung airmata duka kuyup jiwa raga tempat berteduh tak ada Orang-orang kalah menyusuri beranda demi beranda mencari cinta diantara jerit kereta tak tahu pulang kearah mana Mataram, 110313   KU TULIS SAJAK PADA PASIR Ku tulis sajak pada pasir laut menelannya tanpa anyir ombak datang dan pergi mencium bibir pantai iseng sendiri pikirkupun berlari mengejar buih yang tak henti menepi di garis batas cakrawala beberapa burung meninggalkan rombongan lalu terbang menghilang entah duh sesungguhnya aku belum paham benar arah mata angin pada musim musim yang bergulir se...

Boedi Ismanto,SA: “Aku Berpuisi Ingin Menjadi Manusia”

Seperti pagi seperti senja seperti kita lalu tiada... Sepenggal kalimat yang yang ditulis penyair asal Kota Tegal yang terakhir bermukim di Yogyakarta, Boedi Ismanto SA (54), rasa-rasanya bagai sebuah tetenger (tanda). Karena setelah dia tulis di akun facebook, saat menunggu giliran membaca, tidak lama duduk dengan penyair Hamzah Muhammad. Berselang dua puluh menit, dengan tatap mata letih dia terjatuh dari kursi tempat duduknya dan berpulang untuk selamanya. Pukul 23.00, Minggu (10/3) malam, di ruang Adipura Kota Tegal, di saat acara tengah berlangsung. Sekitar dua puluh menit sebelum kepergiannya, Boedi memang mengatakan kepada M Enthieh Mudakir yang duduk di depannya. Dia di belakang tempat duduknya meminta rokok kretek tuton kepada Enthieh Mudakir. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia sempat menyampaikan kepada Enthieh. Terus saja mencipta puisi, membacakannya dan agar menjadikan diri manusia. ’’Aku akan terus mencipta puisi, sampai kapan pun. Bila perlu, di akhirat ...

PERESMIAN WARUNG SENIMAN DKT WARNAI BENDERA PARPOL

Peresmian Warung Seniman di halaman Gedung Dewan Kesetian Kota Tegal (DKT), Jawa Tengah, yang semula akan menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk berdiskusi, saat peresmiannya diwarnai dengan salah satu parpol. “Seniman mahluk bebas dari polusi partai, kok kenapa menjadi ajang kampanye. Ini sudah berupa tendensius pada sebentuk uang. Kalau tidak mana mungkin diwarnai dengan warna partai,” kata Slamet Bramanti ketua komite sastra kepada Nurngudiono mantan ketua DKT periode yang lalu. Padahal warung seniman tempat seniman lintas daerah yang mestinya bersih dari pengaruh salah satu partai apa pun. Ketua Dewan Kesetian Kota Tegal, Nurhidayat Poso, saat sambutan peresmian Warung Seniman DKT, Sabtu (9/3) siang itu mengatakan bahwa warung seniman diharapkan bisa merupakan wacana klanggenan para pelaku seni di Tegal dan sekitarnya. Hadir pada kesempatan itu para seniman dan budayawan, tokoh-tokoh partai, dan masyarakat umum yang memang diundangnya. “Karena kebiasaan para seniman berdi...

Sajak-sajak WYAZ IBN SINENTANG

  PERAWAN MALAM ( Kolaborasi bersama : Kirana Noer ) Perawan malam malam perawan dan kita sama-sama terkesiap oleh perawan malam di malam perawan sang perawan melamar malam sang malam tak menolak dilamar perawan berujung manis rasa kelu enggan mata terpejam terkesiap melena waktu menyongsong hingga fajar memburat merah di bilik peraduan hanya semata angan timpang menuntun kata perawan malam mengurai mimpi menyibak pagi lelah mata tak terlena menggugah kalimat yang berserak. APT, 22 Juni 2012   MENUNGGU HUJAN, I Bocah- bocah cilik berlari dalam tarian mendung langit tak lagi ramah - pekat gugurkan butiran air  ke muka bumi serpihan alam bergeser aroma kebusukan dibilas dingin cuaca sepancong kopi saring, dan beberapa potong tahu goreng, setia menemani hariku hujan kian mengental lantas menggenang dalam benak orang-orang pencari kebajikan o – berapa lama kuharus berdiam sedang lambung imajiku membuncit kalau memang ini merupakan garis takdir menepilah barang sejenak ...

Puisi-Puisi Sri Sudarianti

ENGKAULAH MATAHARI Siapakah yang memesan mendung? ketika matahari masih riang melukis jejak sepanjang siang aku beringsut menyudut ketika busur panah hujan menghujam masih di tempat yang sama kupandang wajahmu dari balik jendela mengibas-ibas kepala lalu tertawa berderai ceria duh, garis wajah yang kupunya terlukis, jelas tertera kuusap wajahku angin menghela nafasku lalu bisikku syahdu... " Engkaulah Matahariku yang sesungguhnya " Gerung, Feb ‘13 BULAN SUASA hati laksana sumur tanpa dasar katamu lalu aku tengok hatiku gelap, tak terlihat entah aku surut langkah dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah ah hari-hari adalah keringat lengket masam karena rindu yang tak tenggelam gerimis tak lelap, pada malam gelap penat enggan mendekap kuhirup nafas rohmu terhisap bayang-bayang penuhi kaca jendela mendekat penuhi selasar jiwa lalu aku mabuk ! tubuhku terguling-guling cumbui gelisah darah melesat membentur dindi...

TENTANG KITA DAN TUHAN : Puisi M Enthieh Mudakir:

Kenyataan dalam fikir sesuai zikir ada monoisme dan phantheisme singkretis dan alkulturasi akar   dunia Tasawuf abad akan datang di mana era modernisme memukul mundur manusia Kita bukan nabi Khidir juga bukan nabi-nabi lainnya kita adalah manusia yang bukan pilihan karna pilihan manusia Tidak sebagaimana kehendak-Nya Ketika nurani bisu Menuju tanpa tuju Orang saling berseteru Siapa di antara kalian sebenarnya ? Tuhan tak pernah murka Kalian tahu kenapa ?       (pikirkan setelah zikir       lihat bening cermin kehidupan) Akal sehat mengajarkan nglangsoning ati Pasrah lillahi ta’ala      Kata pertanyaan yang menggedor-nggedor manusia dilahirkan dan dibumikan silih berganti tak seperti yang gaib   tidak memiliki hunian ketentuan Sedangkan manusia, entah akan menjelma apa ? Segala yang terus kita lihat kalau diukur secara akal sehat jangan sekali gampang artikan fikir dan zi...

2 Puisi : Hadi Lempe

UNTUKMU KERINGAT DAN NADIKU Sampai pada detik hari ini,semua yang sudah aku tulis mengukir lembar lembar batu. belum hilang dan tuntas warna mewarnai. hijaunya pupus untuk merubah merah menjadi hitam, masih terus ku ramu agar menjadi komposisi keindahan dalam warna warni. Aku tak sedang duduk termangu membayangkan keindahan tarianmu diseriap sudut meliuk liuk, telanjang tanpa baju aku mengikuti iramamu bergejolak keras dalam dadaku dan aku tersenyum melihatmu Aku tak sedang berkhayal atau terkapar luka, menyaksikan yang terbuka saat musikmu kudengar menggedor gedor didadaku jiwaku terus bergetar dan suaramu menodongku aku tak berhenti menulis,mengukir lembar lembar batu dengan keringat dan nadiku Warna keringat nafas di urat nadiku mengukir batu batu, dengan selaksa warna rupa untukmu, kupahat jejak untukmu kutunjukkan jejak untukmu kan kutinggalkan jejak saat kau bangkit terbuka mata dan hati dan mengantarku kembali menatapmu damai dalam keindahan kau bukan l...

PUISI : Selendang Hitam Berdarah

Valentine cinta, sumber perdamaian jiwa umat manusia setiap kita dan diluar kita dipenuhi dengan Cinta ia tak nampak, tak teraba dan dia Ada cinta tidak menghalalkan menang dan kalah. kematian sebab pedang cinta yang memancung jiwa, adalah nafsu yang menggerakkannya. cinta, zat teragung-Nya. cinta yang menggerakkan alam semesta sampai alam mahsyar menyambutnya. surga dan neraka hanyalah cita-cita para pembawa kitab kehidupan dan kaum pertapa tetapi, cintalah tuhan-tuhan kecil dalam diri manusia keabadian tidak ada padanya sebab di surga, cerita cinta paripurna sebagai kelezatan-kelezatan dunia, Yogykarta, 2013 Kita Jalan-jalan kita tanami kembang rasa Siang malam dan bulan matahari Membesarkan pohonan asa berakar cinta Di taman bunga setiap pagi Lebah dan kumbang berebut putik sari Rindu asmara beradu hasrat ke ulu hati Tanganku berdekap ke dadamu Tajam matamu melihat di mataku 2013 Duri ada apa dengan lebah-lebah di taman berkerumun semacam musya...

Puiisi M Enthieh Mudakir

ZAMAN APA INI (1) Zaman apa ini panas menyengat debu melulu hujan tak kunjung datang jalanan tetap padat merayap pikiran esok dan sekarang tak ada beda merangkai puisi menggerus sepi 2012 ZAMAN APA INI (2)  Zaman apa ini mencong ke kiri kadang ke kanan rembulan malu ke luar matahari makin garang gunung mengeluarkan lahar kering retak sawah garapan pak tani berharap hujan nelayan kehilangan ikan doa istighosah dipanjatkan   Zaman apa ini rumah terasa kapal pecah suami istri tidak tidur seranjang uang dicari tak memadai kepala sekolah membagi-mbagi dana bos anak-anak berkelahi di jalanan lembaga perlindungan anak menyeru wali murid mati kutu jasad satu terkapar dibantai presiden menawarkan investasi negeri Zaman apa ini KPK dibuntungi polisi DPR ribut komisi menteri bingung memilih dasi PNS bosan korupsi suwasta dipaksa...

Puisi Marlin Dinamikanto

TAHLIL CINTA kutatap teka-teki buta membincang tanpa kata selain lebah bertahlil duka mengiring keranda Cinta di sayup bibirnya itu tak ada kata yang dikenang selain air mata melinang di layanglayang putus benang di garis batas Cinta selalu gerimis menjepit kelopak mata terdengar haru. Mengusapusap cerita tentang Sepi yang luka di hatiku lebam, geram muram !!! di garis depan Cinta prajurit luka selalu saja bertempur tak pernah jera menanak api di hatinya kobaran api itu telah membunuhnya seluruh lebah dan kumbang bertahlil duka mengantar kepergiannya menghening ku di semak semboja mengenang almarhumah Cinta di pusara Sepi yang luka setiap berkirim tahlil duka arwah itu selalu saja mengendapkan Rindu yang membercak di kacakaca seluruh cerita di garis batas Cinta yang punah akankah luka kubasuh dengan nanah ? Jatiwaringin, 6 Februari 2013

Puisi Sri Sudarianti

BULAN SUASA hati laksana sumur tanpa dasar katamu lalu aku tengok hatiku gelap, tak terlihat entah aku surut langkah dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah ah hari-hari adalah keringat lengket masam karena rindu yang tak tenggelam gerimis tak lelap, pada malam gelap penat enggan mendekap kuhirup nafas rohmu terhisap bayang-bayang penuhi kaca jendela mendekat penuhi selasar jiwa lalu aku mabuk ! tubuhku terguling-guling cumbui gelisah darah melesat membentur dinding dan langit-langit kasat di luar kelelawar terbang, hinggap pada buah ranum masak lalu bulan adalah suasa pucat pepohonan layu, mati tengadah pada pijak bumi, yang tak pernah ada Gerung, Feb '13

Puisi M Enthieh Mudakir

PUISI SEORANG PENYAIR Seorang penyair Mengeja syairnya Siapa di situ Terus bicara Dalam kotak asbak Puntung rokok bertumpuk Melahirkan puisi Lalu mati Puisi Menjadi. 2013 PUISI BUKAN TANPA RUPA Bila ini adalah rasa Bukan tanpa rupa Puisi akan tercipta Untukmu sepenuhnya Di dalam keyakinan manusia Derita tanpa skala Adalah teman setia Bilur tanpa nama Berbaringlah pada keharibaan Keniscayaan cuma pakaian 2012-2013 PUISI SAYAP SEMESTA Hujan belum reda saat kita bersama Batu scrining enol lima Titik sepa ke tebing saga Sunyi menjentik luka Linguistik lawan kata Kilatan silhuet cahaya Persemaian sangat langka Malam bertema Sayap semesta. 2010 PUISI RUANG KONTEMPLASI Gelap Lampu kota Ada apa Kehidupan diamputasi Rongsokan Di sangkar di rumah Negeri tempat pembuangan Sampah kondom, dan roti basi Puisi Ruang kontemplasi 2010 PUIS...