Langsung ke konten utama

Postingan

Adi Rosadi | Sepotong Purnama

sepotong purnama merenungi diri di alltar waktu membelah cerita dengan gerimis di balik cermin enggan menerima cerita pilu dimakamkan pun riuh makin bergemuruh pada siapa segala dikabarkan semua menemu bisu lalu tanya duduk di pangkuan mengapa? Adi Rosadi Galudra, 2013

Hadi Lempe dan Puisi

AKU DAN PUISI oleh Hadi Lempe pada 8 November 2012 pukul 21:57 · Kata orang, aku ini seneng puisi kataku apa iya si kata orang, lah iya karena aku seneng menulis puisi aku menjadi heran pertanyaanku menembus jantung rasanya berdeguk keras memompa darah mengalir dingin mungkin tak lama akan beku puisi.. kata itu terus mengulang puisi.. apakah puisi itu membuat kesenangan hingga orang menjadi lupa apa yang disebut puisi dan aku sepertinya kata menyambung menyambung kata berkata kata aku dan puisi hanya menyambungkan kata kataku kata saudaraku kata mereka tapi katamu tak ada arti semuanya kata mati tak perlu dicermati ah....! aku dan puisi adalah pisau yang siap menyunat dan menggores nadimu yang telah mati hati aku dan puisi... Kaliwareng 8112012 PUISIKU BUKAN RACUN oleh Hadi Lempe pada 28 Agustus 2012 pukul 23:29 · Lewat hati, menuntun hidup bergulat dalam waktu kewaktu bertahan hidup un...

Adi Rosadi | Warna Cinta

kenapa wajahmu berkabut, sayang bukankah secangkir kopi telah dicumbu singkong rebus pun tersaji di imaji senyumlah, biar ranum pipimu membakar luka-luka hingga segala jingga bukankah kau mengais kata bahwa semua pasti berjubah indah kala yakin-doa dipegang tapi mengapa kau bertudung hujan atau sudah lupa? jangan bergerimis, sayang meski aku tak sempat bercerita tentang malam tapi aku akan tetap bersama walau kutahu dirimu adalah daun yang gugur ditebas angin aku tetap cinta pun segala membekas di tubuh tak bermusim singkirkan resah-gelisah, sayang biarkan pandang menembus ke depan meski kita tak merangkai bunga di dada kembali yakinlah aku akan tetap hidup di langkahmu Adi Rosadi Galudra, 2013

Adi Rosadi | Wanita Luka

senja duduk di pangkuan berjuta kata tanpa jeda duka mengalir luka musim demi musim ditapakinya adalah wanita berparas sepi terbaring bergamis nyeri pada tumpukan sajak mencari tawa berserak negeri diksi digeledahnya satu persatu harap diwukufkan dalam dada imaji tapi tawa tetap meniada 2013

Adi Rosadi | Diri di Tubuh Aksara

kupungut sisa-sisa mimpi dalam aksara sebelum kembali dibawa angin ribut lalu kuselendangkan jingga pada bahu meski merapuh menyambung tawa dalam rima mengalirkan kerlip pada pena hingga kolam jiwa meriak cinta kususun kembali huruf yang berserak di lantai, kasur, lemari, gelas kuambil satu persatu lalu menenunnya dalam sunyi Adi Rosadi 2013

FSPLDI Online

Rubrik Forum Silahturrahmi Penyair dan Penulis Lintas Daerah Indonesia (FSPLDI) adalah wadah beberapa penyair dan penulis yang tersebar dipelosok Nusantara. Disini merupakan ruang untuk mengapresiasikan karya seni dengan beragam corak dan warna. Dan tentunya dapat menambah khasanah bacaan yang tentunya sangat bermanfaat... Rubrik ini, kedepannya akan dikembangkan menjadi media yang akan mewarnai dinamika sastra Indonesia. Sebagaimana dikatakan oleh Mas HadiLempe, salah satu penyair dari Pekalongan, bahwa ia sangat menyambut baik rencana tersebut.  Katanya, untuk itu ia akan mendorong para sahabat dan anggota FSPLDI agar ikut berperan mengembangkan rencana tersebut.  Hal ini, ujarnya, merupakan kabar gembira bagi para penyair lintas daerah. Ia berharap, segenap anggota dan para sahabat FSPLDI dapat mengirimkan karya-karyanya ke media ini. (red)

Hadi Lempe | ALLAHKU

-------------------------------| ALLAHKU |------------------------------- Kepadamu aku berlindung kepadamu aku berkeluh kepadamu aku bermohon kepadamu aku bersyukur kepadamu aku berpasrah kepadamu aku kan kembali Allah... kau adalah penjaga,pencipta segalanya yang tak bisa direkayasa dalam warna warni seperti manusia merekayasa hidupnya menjadi merah abu abu Allah... engkau mencipta, menguji kepada mahluk untuk menjadi hidup dan engkau ciptakan pula hamparan alam yang meluas menjadi jagat bagi kehidupan mahluk yang engkau ciptakan tapi betapa sombongnya manusia yang tercipta bahkan tanpa dosa manusia menuhankan dirinya sendiri oh... semua sepertinya takan mati takan ada kiamat,yang bakal mengadili Allah.. manusia yang engkau ciptakan banyak melupakan diri tak ada rasa takut terhadapmu mereka hanya takut pada kematian dan takut miskin dalam hidupnya Allah.. manu...