Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Sri Sudarianti

BULAN SUASA hati laksana sumur tanpa dasar katamu lalu aku tengok hatiku gelap, tak terlihat entah aku surut langkah dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah ah hari-hari adalah keringat lengket masam karena rindu yang tak tenggelam gerimis tak lelap, pada malam gelap penat enggan mendekap kuhirup nafas rohmu terhisap bayang-bayang penuhi kaca jendela mendekat penuhi selasar jiwa lalu aku mabuk ! tubuhku terguling-guling cumbui gelisah darah melesat membentur dinding dan langit-langit kasat di luar kelelawar terbang, hinggap pada buah ranum masak lalu bulan adalah suasa pucat pepohonan layu, mati tengadah pada pijak bumi, yang tak pernah ada Gerung, Feb '13

Puisi M Enthieh Mudakir

PUISI SEORANG PENYAIR Seorang penyair Mengeja syairnya Siapa di situ Terus bicara Dalam kotak asbak Puntung rokok bertumpuk Melahirkan puisi Lalu mati Puisi Menjadi. 2013 PUISI BUKAN TANPA RUPA Bila ini adalah rasa Bukan tanpa rupa Puisi akan tercipta Untukmu sepenuhnya Di dalam keyakinan manusia Derita tanpa skala Adalah teman setia Bilur tanpa nama Berbaringlah pada keharibaan Keniscayaan cuma pakaian 2012-2013 PUISI SAYAP SEMESTA Hujan belum reda saat kita bersama Batu scrining enol lima Titik sepa ke tebing saga Sunyi menjentik luka Linguistik lawan kata Kilatan silhuet cahaya Persemaian sangat langka Malam bertema Sayap semesta. 2010 PUISI RUANG KONTEMPLASI Gelap Lampu kota Ada apa Kehidupan diamputasi Rongsokan Di sangkar di rumah Negeri tempat pembuangan Sampah kondom, dan roti basi Puisi Ruang kontemplasi 2010 PUIS...

Puisi-Puisi | Hadi Lempe

Ia adalah sosok penyair sejati. Beberapa tulisannya sering dibukukan dan beberapa bertebaran diberbagai media, baik secara offline maupun online. Inspirasinya seolah mengalir deras dari sumber yang tak pernah habis. Terkadang, tulisannya menggelegar untuk mengajak manusia terhenyak menyadari telah kemana melangkah. Namun seringkali tulisannya meliuk indah bak bidadari yang mengajak kita untuk melihat berbagai persoalan dari sudut keindahan. Tulisannnya terkadang seolah bertutur, mengajak kita melihat dunia dari caranya. Kali ini, ia ingin mengajak kita melihat kemunafikan dari sudut api merah yang menyala. Membuat kita letih dan berharap malam cepat merangkak menjadi siang dan siang cepat merangkak kembali malam. Karena kita ingin segera berpaling dan berharap melihat hamparan rumput hijau menyatu tanpa batas dengan langit biru. Kontras... Berikut beberapa tulisannya: BAJINGAN Aku belum selesai, mencatat segala persoalan yang telah kau ciptakan aku belum selesai mencata...

Adi Rosadi | Kepergian

gumpal awan di mata jatuhkan gerimis memarkan sukma, menikam kata saat kau tinggalkan ngilu sapa langkah terhenti, tulang mati pun bibir tak lagi bercerita tentang rindu hanya haru yang menusuk nadi belum satu purnama dilalui dan kau pergi tak seucap hari ukiran rasa yang kau beri kini tak dipeduli, dibiar mati kapan kembali kau menghias dada kata mewarnai kisah dengan jingga, hingga senja Ad Rosadi Galudra, Cianjur 2012

M Enthieh Mudakir | PUISI

PUISI URAT MALU Kita tak menjadi pandir dan nir-adab karena hanya keledai meladeni nafsu kesenangan kendati bukan suatu dosa kontemplasi akan memberi kita makna untuk apa kesenangan itu ada Sangka-menyangka menjadi wacana terbuka aib menjadi konsumsi alam raya hidang menghidang sex terbuka SPA kerudung dunia nyata evoria bukan gejala martabat manusia Demi sejengkal tanah saudara menjadi pecah lambat atau cepat demi seliter bensin, atau air mineral, menjadi pertumpahan darah Urat malu sedang memperdaya tabir para pemimpin asal santap dan tidak mau tahu   ia pura-pura tidak tahu padahal sangat paham anak-anak negeri berlari mengejar matahari keringatnya masih tega ia menyedunya. 30/1/2013 PUISI   ISI HATI Puisi maha tahu isi hatimu, dengan Akhirnya mati bunuh diri Malaikat El-maut menjemput Saat dirimu mengkonsumsi racun opium Seutas...