Langsung ke konten utama

Postingan

Teknik SEO Jadul

yang Seharusnya Tidak Anda Lakukan Siapa sich yang tidak mau website atau blognya ‘nangkring’ di daftar teratas search enggine. Saya aja mau, dan telah berjuang keras, he... he... Namun ternyata dari sekian banyak perjuangan, ada yang berhasil dan ada yang tidak. Why? Beberapa orang masih sering, termasuk saya, he... he... menggunakan teknik SEO jadul (jaman dahulu) di era sekarang ini. Dalam hal ini adalah mensubmit situs mereka ke search engine. Memang sah-sah saja sebenarnya teknik SEO ini digunakan, tapi alangkah baiknya jika kita mulai meninggalkan. Insyaf-lah bahasa kerennya. Ada logika sederhana, yang juga mulai disadari, juga termasuk oleh teman-teman tetangga   blogger sebelah. (tulisan ini juga terinspirasi dan bersumber dari mereka) he.. he... Coba kau banyangkan..., coba kau renungkan..., ( kaya lagu aja ya ) tatkala Anda mensubmit link Anda ke beberapa search engine, itu berarti Anda bersedia meminta search engine menambahkan website Anda di d...

Tips on choosing a blog template

TIPS MEMILIH TEMPLATE BLOG EXPO online ,  TEMPLATES | Dalam memilih template blog, ada beberapa tips yang harus dipertimbangkan. Diantaranya, Fungsi template (template function) dan tujuan (goal template). Artinya, sudah sesuaikah template yang dipilih dengan visi misi website itu sendiri. Sebagai contoh, kita ingin menggunakan blog sebagai platform perniagaan atau business, template yang mungkin sesuai adalah template dengan style elegant dan magazine. Mungkin sedikit janggal jika menggunakan theme yang gelap. First impression adalah satu aspek yang tidak boleh kita pandang ringan dan abaikan jika ingin menarik lebih ramai lagi visitors. Demikian juga dengan template blog yang berkategori personal. Biasanya dasar pemilihan lebih menitik beratkan pada style untuk menarik minat (attractive force template). Biasanya bermotif dan mempunyai fitur-fitur yang terkesan canggih dan elegant. So… Templates are usually created by the author with the functions and advantages of each...

What is kopi luwak?

(and what does it have to do with Amsterdam)? Civet Coffee Civet coffee in Kepahiang Regency Kopi luwak (also spelled loewak), or "civet coffee", is one of the world's most exclusive coffees. Featured in the 2007 film The Bucket List, in which lead character Carter Chambers (Jack Nicholson) totes a thermos of the precious drink, it has inspired both intense curiosity and, well, revulsion: the beans used to produce kopi luwak are collected from the stool of the Asian palm civet. The civets first eat whole coffee cherries for their pulp, after which the inner beans ferment inside their stomachs; once defecated, the beans, still whole, are collected, cleaned, and roasted. The result is a remarkably complex, full-bodied coffee -- one that sells for anywhere between $100 and $600 per pound. But what do Asian palm civets and exorbitantly priced coffees all have to do with Amsterdam? For one, Sumatra is the number-one producer of kopi luwak -- and Kepahiang Regency ...

Sweets Magic from Kepahiang, Bengkulu - civet coffee

Sweets Magic Pudding made from Kopi Luwak The fame of Kopi Luwak attracted Takuro Naruse a young entrepreneur from Nagoya to visit Kepahiang District in Bengkulu a few months ago and see first hand th Kopi Luwak production. Kopi Luwak, well known since more than 200 years ago, is expensive due to its unique process. In 2010, Norimitsu Onishi wrote for the New York Times: “Costing hundreds of dollars a pound, these beans are found in the droppings of the civet, a nocturnal, furry, long-tailed catlike animal that prowls Southeast Asia’s coffee-growing lands for the tastiest, ripest coffee cherries. The civet eventually excretes the hard, indigestible innards of the fruit — essentially, incipient coffee beans — though only after they have been fermented in the animal’s stomach acids and enzymes to produce a brew described as smooth, chocolaty and devoid of any bitter aftertaste.” Takuro Naruse said Kopi Luwak is a good ingredient for sweets pudding currently very popular in Japan. ...

Puisi-Puisi Cinta | Hadi Lempe

  PADAMU KU INGIN Satu bahkan berjuta angan dalam bayang,yang melukiskan kata, juga perih luka. aku masih harus membuka kedua tangan mengeja mana yang terang aku tak ingin tertinggal lebih tersisa dari kesakitan jiwa aku tetap akan berdiri menapak diatas harapan nyata hidup menuju kehidupan abadi disisimu itu inginku AKU DAN KAMU oleh Hadi Lempe (Catatan) pada 16 Maret 2013 pukul 2:00 Mengenalmu bukan akhir dari yang sudah melupakannya.. tidak ada yang terlupa kau merasa aku menyimpannya aku kamu adalah ada meski berbeda tapi itu ada Pekalongan,15/3/013 MENCINTAIMU Baru saja lepas mungkin meninggalkan hasrat yang masih lekat pulang... kembali pada tanya apakah ini rasa dari pencarian yang hilang diharapan..? menunggunya lama dan aku masih terseok dijalan cinta.. mencintaimu dalam waktu mencari kata indah disetiap sudut sepi merenda angan gelisah menepi hadirkan kekasih abadi aku mencintaimu.. AKU HYANYA INGIN MEYAKINKAN HATI oleh Hadi Lempe (Catatan) pada 6 April 20...

Telaga Inspirasiku: Antologi Cerpen Mutiara Berdebu

Telaga Inspirasiku: Antologi Cerpen Mutiara Berdebu : TELAH TERBIT ANTOLOGI PERTAMAKU Judul: MUTIARA BERDEBU Tebal:148 halaman Penulis: Komunitas Waroeng Tulisan Penerbit: Awan Pustaka I...

Puisi: Adi Mochtar

CERMIN hujan lebat tadi, Magrib pun basah listrik padam, cuma dua pelita terangi senda mereka lucu, pelita hati belahan jiwa dingin sejak tadi, bahkan ajak kantukku merajut mimpi padahal Isya baru saja berlalu tapi usia kian beranjak hm..... kenangku kini mereka telah lama mati terkubur masa yang bosan merampung titah betitah dikubur masa hidup dan matinya sungguh sia-sia bertahun berlalu memang tak terungkit lagi jati diri masa sungguh telah melupakan masa telah meleburnya dengan kancah peradaban bahkan karakter bernilai tidak lagi keharusan padahal pikiranya melampaui jaman lantas, apa yang masih bisa diharap pena tak setajam dulu rambut pun telah memutih raga kian letih sakit segampang datangnya semahal perginya kantuk kian jadi menari di pelupuk mata raga kian letih jiwa kian pasrah sungguh tak banyak yang bisa diharap sebab negeri ini tidak mampu menghargai JATUH hari gerah bidang pengap tumben mentari melalak girang tersungging ta...