Langsung ke konten utama

Postingan

Puiisi M Enthieh Mudakir

ZAMAN APA INI (1) Zaman apa ini panas menyengat debu melulu hujan tak kunjung datang jalanan tetap padat merayap pikiran esok dan sekarang tak ada beda merangkai puisi menggerus sepi 2012 ZAMAN APA INI (2)  Zaman apa ini mencong ke kiri kadang ke kanan rembulan malu ke luar matahari makin garang gunung mengeluarkan lahar kering retak sawah garapan pak tani berharap hujan nelayan kehilangan ikan doa istighosah dipanjatkan   Zaman apa ini rumah terasa kapal pecah suami istri tidak tidur seranjang uang dicari tak memadai kepala sekolah membagi-mbagi dana bos anak-anak berkelahi di jalanan lembaga perlindungan anak menyeru wali murid mati kutu jasad satu terkapar dibantai presiden menawarkan investasi negeri Zaman apa ini KPK dibuntungi polisi DPR ribut komisi menteri bingung memilih dasi PNS bosan korupsi suwasta dipaksa...

Puisi Marlin Dinamikanto

TAHLIL CINTA kutatap teka-teki buta membincang tanpa kata selain lebah bertahlil duka mengiring keranda Cinta di sayup bibirnya itu tak ada kata yang dikenang selain air mata melinang di layanglayang putus benang di garis batas Cinta selalu gerimis menjepit kelopak mata terdengar haru. Mengusapusap cerita tentang Sepi yang luka di hatiku lebam, geram muram !!! di garis depan Cinta prajurit luka selalu saja bertempur tak pernah jera menanak api di hatinya kobaran api itu telah membunuhnya seluruh lebah dan kumbang bertahlil duka mengantar kepergiannya menghening ku di semak semboja mengenang almarhumah Cinta di pusara Sepi yang luka setiap berkirim tahlil duka arwah itu selalu saja mengendapkan Rindu yang membercak di kacakaca seluruh cerita di garis batas Cinta yang punah akankah luka kubasuh dengan nanah ? Jatiwaringin, 6 Februari 2013

PUISI PENDEK RA

LENGUH Keindahan menamparku Sesayat belati tak kuasa menampik rindu Disini harmoni menebar sunyi Lagu tulus hinggap di pepujian Terjalin dalam untaian malam Duh gusti Apa yang harus kupusikan Sedang lenguh mencabuti akalku Lemas oleh luka CPH 2013   BATU aku duduk diantara bebatuan yang kutata sendiri memandang celah diantara, tanganku mengapai sebuah batu yang pertama kali tersimpan, mengamati sekeras apa hingga mampu bertahan diam bertahun tahun. Kepalaku terbelah, isinya kutuangkan dalam gelas bening,ada bercak darah mengapung sisa benturan masa lalu,menggumpal menyerupai kerikil.mencemari otakku. CPH 2013   GETIR Ada kehilangan dalam cangkir kopi pagi Saat kulihat pekatnya. Tak ada lagi lekat yg buat nikmat seperti kopi kemarin. Kali ini hanya buih tanpa coklat tanpa pemanis. Getir di bibir cangkir CPH 2013   MOKSA Setelah minum obat kutemukan diriku seperti daun jatuh di nina bobokan angin Merbah pada rerumputan,uju...

Nely Aishiteru

Aih… lucunya anjing itu ketika menjilati ketiak Nely yang berkacamata kuda, setelah di beri pakaian jas safari dengan sepatu pantovel buatan Cibaduyut,tidak ketinggalan juga setelan koko, katanya agar bisa kokoronotomo Ashiteru. Nely adalah nama seorang nenek berusia 60 tahun karena gayanya lincah dan suka koprol di jalanan. Kemudian Nely dan anjing piaraannya berlari lari di lapangan hijau sambil bernyanyi kuch kuch kuta hai, sporter bersorak sorai "ayo lari, kudaku lari kencang lupa kandang dan pisang" spoter semakin riuh menyanyikan slogan-slogan Fanatiknya keduanya berlari dan terus berlari, tiba-tiba wasit membunyikan peluit "priiiiiiiiiiiiiit" Wajah Nely seketika merah padam mendengar peluit berbunyi ”kamu orang ya, ha bisa lihat aku senang ya, berani beraninya ya, membunyikan peluit ya" kacak pinggang mentereng percis pemain sinetron antagonis.  O iya Nely itu katanya dulu om, tante, kakek, neneknya adalah seorang aktor dan artis ...

Puisi Sri Sudarianti

BULAN SUASA hati laksana sumur tanpa dasar katamu lalu aku tengok hatiku gelap, tak terlihat entah aku surut langkah dipersimpangan waktu, rindu membeku kalah ah hari-hari adalah keringat lengket masam karena rindu yang tak tenggelam gerimis tak lelap, pada malam gelap penat enggan mendekap kuhirup nafas rohmu terhisap bayang-bayang penuhi kaca jendela mendekat penuhi selasar jiwa lalu aku mabuk ! tubuhku terguling-guling cumbui gelisah darah melesat membentur dinding dan langit-langit kasat di luar kelelawar terbang, hinggap pada buah ranum masak lalu bulan adalah suasa pucat pepohonan layu, mati tengadah pada pijak bumi, yang tak pernah ada Gerung, Feb '13

Puisi M Enthieh Mudakir

PUISI SEORANG PENYAIR Seorang penyair Mengeja syairnya Siapa di situ Terus bicara Dalam kotak asbak Puntung rokok bertumpuk Melahirkan puisi Lalu mati Puisi Menjadi. 2013 PUISI BUKAN TANPA RUPA Bila ini adalah rasa Bukan tanpa rupa Puisi akan tercipta Untukmu sepenuhnya Di dalam keyakinan manusia Derita tanpa skala Adalah teman setia Bilur tanpa nama Berbaringlah pada keharibaan Keniscayaan cuma pakaian 2012-2013 PUISI SAYAP SEMESTA Hujan belum reda saat kita bersama Batu scrining enol lima Titik sepa ke tebing saga Sunyi menjentik luka Linguistik lawan kata Kilatan silhuet cahaya Persemaian sangat langka Malam bertema Sayap semesta. 2010 PUISI RUANG KONTEMPLASI Gelap Lampu kota Ada apa Kehidupan diamputasi Rongsokan Di sangkar di rumah Negeri tempat pembuangan Sampah kondom, dan roti basi Puisi Ruang kontemplasi 2010 PUIS...