Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Riboet Gondrong

Dunia Hanyalah Kembara dunia hanyalah kembara suatu ketika akan pulang jua pada tempat asal kita kembali apa yang dicari di dalam kembara hanya bekal pulang dan buah tangan bagi yang menanti kepulangan kita Pekalongan, 11 Maret 2013 Metafora Kematian jika kematian adalah sebuah perjalanan masih perlukah dihadirkan dalam metafora yang membahasakan dengan cara lain tentang kematian yang sulit dipahami apakah ia terupa menjadi keindahan atau hanya seperti angin yang berlalu membelai pada helai-helai rambut putih yang mulai bertabur di ubun-ubun bersama waktu yang lewat di tepi kolam kehidupan Pekalongan, 12/03/2013 Desiderium Bellum pada tubuh yang ditempa api dan dilumur cahaya sukma merasuk mendenyutkan jantung memberi hidup dan kehidupan pada akal yang dihangatkan bara dan dibasuh berkas sinar segala nalar dan pengetahuan dibekalkan memperjalankan kaki dan gerak tangan menyusun waktu pada tiap jendela dan pintu udara menyusup menghimpun segala beradu dalam serambi dan rongga inila...

Puisi Sri Sudarianti

LUKISAN TANPA KUAS TANPA KANVAS Melukis tanpa kanvas tanpa kuas imajiku terbang melayang di Simpang Lima Semarang angin bertiup dari arah sembarang menerbangkan jubahku melepaskan gelung rambutku lalu segalanya tumpah ruah menggenangi area tanpa warna 030313 ORANG-ORANG KALAH Orang-orang kalah berjalan menunduk mendekap lebam didada darah merembesi jantung yang menganga melolong tanpa suara Orang-orang kalah melangkah mengusung airmata duka kuyup jiwa raga tempat berteduh tak ada Orang-orang kalah menyusuri beranda demi beranda mencari cinta diantara jerit kereta tak tahu pulang kearah mana Mataram, 110313   KU TULIS SAJAK PADA PASIR Ku tulis sajak pada pasir laut menelannya tanpa anyir ombak datang dan pergi mencium bibir pantai iseng sendiri pikirkupun berlari mengejar buih yang tak henti menepi di garis batas cakrawala beberapa burung meninggalkan rombongan lalu terbang menghilang entah duh sesungguhnya aku belum paham benar arah mata angin pada musim musim yang bergulir se...

Boedi Ismanto,SA: “Aku Berpuisi Ingin Menjadi Manusia”

Seperti pagi seperti senja seperti kita lalu tiada... Sepenggal kalimat yang yang ditulis penyair asal Kota Tegal yang terakhir bermukim di Yogyakarta, Boedi Ismanto SA (54), rasa-rasanya bagai sebuah tetenger (tanda). Karena setelah dia tulis di akun facebook, saat menunggu giliran membaca, tidak lama duduk dengan penyair Hamzah Muhammad. Berselang dua puluh menit, dengan tatap mata letih dia terjatuh dari kursi tempat duduknya dan berpulang untuk selamanya. Pukul 23.00, Minggu (10/3) malam, di ruang Adipura Kota Tegal, di saat acara tengah berlangsung. Sekitar dua puluh menit sebelum kepergiannya, Boedi memang mengatakan kepada M Enthieh Mudakir yang duduk di depannya. Dia di belakang tempat duduknya meminta rokok kretek tuton kepada Enthieh Mudakir. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia sempat menyampaikan kepada Enthieh. Terus saja mencipta puisi, membacakannya dan agar menjadikan diri manusia. ’’Aku akan terus mencipta puisi, sampai kapan pun. Bila perlu, di akhirat ...

PERESMIAN WARUNG SENIMAN DKT WARNAI BENDERA PARPOL

Peresmian Warung Seniman di halaman Gedung Dewan Kesetian Kota Tegal (DKT), Jawa Tengah, yang semula akan menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk berdiskusi, saat peresmiannya diwarnai dengan salah satu parpol. “Seniman mahluk bebas dari polusi partai, kok kenapa menjadi ajang kampanye. Ini sudah berupa tendensius pada sebentuk uang. Kalau tidak mana mungkin diwarnai dengan warna partai,” kata Slamet Bramanti ketua komite sastra kepada Nurngudiono mantan ketua DKT periode yang lalu. Padahal warung seniman tempat seniman lintas daerah yang mestinya bersih dari pengaruh salah satu partai apa pun. Ketua Dewan Kesetian Kota Tegal, Nurhidayat Poso, saat sambutan peresmian Warung Seniman DKT, Sabtu (9/3) siang itu mengatakan bahwa warung seniman diharapkan bisa merupakan wacana klanggenan para pelaku seni di Tegal dan sekitarnya. Hadir pada kesempatan itu para seniman dan budayawan, tokoh-tokoh partai, dan masyarakat umum yang memang diundangnya. “Karena kebiasaan para seniman berdi...

Sajak-sajak WYAZ IBN SINENTANG

  PERAWAN MALAM ( Kolaborasi bersama : Kirana Noer ) Perawan malam malam perawan dan kita sama-sama terkesiap oleh perawan malam di malam perawan sang perawan melamar malam sang malam tak menolak dilamar perawan berujung manis rasa kelu enggan mata terpejam terkesiap melena waktu menyongsong hingga fajar memburat merah di bilik peraduan hanya semata angan timpang menuntun kata perawan malam mengurai mimpi menyibak pagi lelah mata tak terlena menggugah kalimat yang berserak. APT, 22 Juni 2012   MENUNGGU HUJAN, I Bocah- bocah cilik berlari dalam tarian mendung langit tak lagi ramah - pekat gugurkan butiran air  ke muka bumi serpihan alam bergeser aroma kebusukan dibilas dingin cuaca sepancong kopi saring, dan beberapa potong tahu goreng, setia menemani hariku hujan kian mengental lantas menggenang dalam benak orang-orang pencari kebajikan o – berapa lama kuharus berdiam sedang lambung imajiku membuncit kalau memang ini merupakan garis takdir menepilah barang sejenak ...

Polres Rejang Lebong Ungkap 2 Ha Ladang Ganja

  EXPO Online, Kepolisian resort Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Senin pagi Tadi (11/3) berhasil menemukan 2 heklar lading ganja di perbukitan desa Lubuk Alai kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) kabupaten Rejang Lebong. Polisi juga berhasil mengamankan 2 orang tersangka yakni Ha (27) dan Hi (17) warga desa Lubuk Alai. Di pondok tersangka ikut di sita 5 kg ganja kering yang terbungkus dalam karung plastik, serta 1 paket sabu- sabu dan alat penghisap (bong). Sedangkan pohon ganja yang diperkirakan berumur 6- 11 bulan dengan ketinggian 1 meter- 1,5 meter diamankan sebanyak 1115 batang. Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso mengatakan, keperhasilan petugas mengungkap ladang ganja itu merupakan pengembangan penyidikan beberapo orang tersangka sudah ditangkap sejak dua pecan lalu. “Ini semua berkat keahlian penyidik terhadap beberapa orang tersangka narkoba yang sudah ditangkap dua pecan lalu,” ungkap kapolres yang ikut menjemput anggotanya di Polsek Padang Ulak Tanding, Senin sian...

Lawan Petugas, Polisi Tembak Kaki DPO

Exspo Online, Polres Resort Kabupaten Rejang Lebong, terpaksa memberikan hadiah tima panas di kaki sebelah kiri kepada DPO Carles alias Ules (25) warga desa Renah Kurung Kecamatan Muara Kemumu kabupaten Kepahiang, dimana saat akan di bekuk polisi sempat melawan dengan senjata tajam dan merebut senjata yang berada di pinggang salah seorang polisi.  Kasat reskrim polres Rejang Lebong, AKP Margopo mengatakan, tersangka Carles alias Ules merupakan DPO sangat licin dengan telah melakukan Pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) di beberapa tempat.  Iwan Fals, alias Charles, alas Ules alias Aji (AJ).  “Pria 25 tahun itu terpaksa di lumpuhkan tim Buru Sergap Polres, dengan timah panas di bagian kaki kirinya karena saat akan ditangkap melawan petugas,” ungkap Margopo kepada wartawan.  Saat ini kata Kasat Margopo, pihaknya masih berkoordinasi dengan polres Lebong dan Kepahiang. Berdasarkan informasi sementara pelaku p...